Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina

Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina - Hallo sahabat Belajar Bisnis Online , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Motivasi , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina
link : Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina

Baca juga


Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina

Mengambil Pelajaran dari pembasmian burung gereja di Cina :sunflower:

❍ Pada tahun 1958, Pemimpin Cina Mao Tse Tung (Mao Zedong) memerintahkan rakyatnya untuk membasmi semua jenis burung gereja, dikarenakan burung gereja memakan produk pertanian dan mengurangi hasil panen.
❍ Para petani saat itu berhasil membunuh puluhan ribu burung gereja, dan bagi yang paling banyak membasmi burung gereja maka akan diberi hadiah dan penghargaan serta akan diperlakukan seperti pahlawan negara.
❍ Tak lama setelah itu, wabah belalang merebak, dan belalang ini adalah makanan burung gereja. Hal ini menyebabkan bencana katastropis (dahsyat) yang melanda seluruh penjuru negeri dan merusak semua hasil panen.
❍ Inilah salah satu sebab utama terjadinya bencana kelaparan terbesar di Cina para tahun 1961 yang menyebabkan tewasnya 15 juta lebih orang karena kelaparan!

:cherry_blossom: Pelajaran :cherry_blossom:
❒ Jangan pernah berkeyakinan bahwa apabila anda memutuskan dan menyempitkan rezeki makhluk lain maka rezeki anda akan lebih lapang dan penghidupan anda akan lebih baik.
❒ Karena sesungguhnya rezeki itu sudah dibagi dan mencukupi bagi semuanya…
❒ Bisa jadi, makhluk yang anda putus rezeki dan makanannya, ternyata dapat mencegah anda dari keburukan yang lebih besar tanpa anda sadari…

Pemimpin Republik Rakyat China (RRC), Mao Zedong, terkenal kharismatik. Dia sangat tegas dalam memimpin rakyatnya. Salah satu kebijakan Mao yang paling terkenal adalah pembasmian jutaan burung greja pada 1958. Kebijakan ini diambil Mao karena menilai burung greja menjadi penyebab kerusakan tanaman gandum. Pembasmian burung greja itu menyebabkan kerusakan lingkungan paling parah di China.
Dalam pandangan Mao, burung gereja adalah hama bagi tanaman gandum dan padi sehingga harus dibasmi. Jika burung greja dibasmi, produksi pertanian bakal meningkat. Sejak dekrit diterbitkan, rakyat China berlomba-lomba membantai burung greja. Ada yang menggunakan jaring, tak sedikit yang memakai senapan angin.
Tetapi ada juga yang menggunakan suara dram agar burung greja tak berani hinggap dan memakan gandum. Akibatnya, jutaan burung greja mati dibantai dan kelaparan. Selama tiga tahun, sebanyak 600 juta burung greja mati selama kebijakan itu diberlakukan.
Sayangnya, setelah tiga tahun kebijakan itu diberlakukan, kondisi China justru makin parah. Sebanyak 45 juta penduduk meninggal dunia akibat kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan teror negara. Padahal ketika itu bisa dikatakan tak ada lagi burung gereja di penjuru negeri Tirai Bambu itu.
Sebenarnya, Mao Zedong membuat dekrit pembasmian hama itu bukan khusus untuk burung greja. Antara 1958 hingga1962, dia memerintahkan rakyat untuk membasmi empat jenis hewan yang merupakan hama tanaman, burung greja salah satu di antaranya.
Akibat pembantaian burung greja, hama yang menjadi makanan alami burung itu merajalela. Jutaan hektare lahan pertanian di China bukannya membaik, justru makin buruk. Hama-hama pengganggu tanaman makin banyak sebab tak ada predator yang memakan mereka. Dampak buruk selanjutnya, kelaparan merebak sekitar 78 juta warga di beberapa kawasan di China sebab padi dan gandum tak bisa dipanen akibat dirusak hama. Melihat kenyataan ini, Mao akhirnya mencabut dekrit pembasmian burung greja. Upaya Mao Zedong menaklukkan alam gagal total. Pemahaman sepihak Mao tentang burung greja berakibat lebih buruk bagi bangsanya


Demikianlah Artikel Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina

Sekianlah artikel Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Mengambil Pelajaran dari Pembasmian Burung Gereja di Cina dengan alamat link https://waktunyaberbisnisonline.blogspot.com/2017/09/mengambil-pelajaran-dari-pembasmian.html